
dr. Yus Priatna A, Sp. P
NIP. 19771002 200604 1 066
- (0332) 421710
- (0332) 421974
- (0332) 422038

RSDK hari ini. Diare merupakan penyakit endemis khususnya di negara berkembang seperti Indonesia dan penyakit yang berpotensi megalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. World Health Organization (WHO) sendiri menyatakan bahwa terdapat sekitar 1,7 milyar kasus diare pada balita dan anak dimana kasus diare yang menyebabkan kematian berada di angka 525.000 balita setiap tahunnya. Hingga saat inipun kasus diare tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi. Berdasarkan data Kemenkes RI prevalensi diare pada tahun 2018 kasus diare berada di angka 37,88% atau sekitar 1.516.438 kasus pada balita. Angka ini terus mengalami kenaikan pada tahun 2019 menjadi 40% atau sekitar 1.591.944 kasus pada balita (Ditjen P2P, Kemenkes RI, 2020). Selain itu, Riskesdas melaporkan prevalensi diare lebih banyak terjadi pada kelompok balita yang terdiri dari 11,4 % atau sekitar 47.764 kasus pada laki-laki dan 10,5% atau sekitar 45.855 kasus pada perempuan. Untuk tahun 2023 sendiri, kasus diare di Jawa Timur terus bermunculan, seperti kasus diare pada anak di Surabaya pada bulan Januari 2023 sejumlah 1.879 kasus. Di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso (RSDK) penyakit diare juga menempati posisi pertama di paviliun Melati selama Semester 1 tahuan 2023 yaitu sekitar 53 pasien dan posisi ke tiga sekitar 122 pasien di poli anak.
Melihat urgensi dan tingginya prevalensi kasus penderita diare, RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) berinisiatif mengadakan sosialisasi kesehatan bertema Menangani Diare Pada Anak bersama dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED. selaku dokter spesialis anak pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2023 pukul 10.00-11.00 WIB di LPPL Radio Mahardhika. Produser siaran sekaligus pandusiar yang bertugas adalah Dewi Karya, S.Sos. Siaran radio edukasi kesehatan kali ini sekaligus juga untuk merayakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.
"Sobat Mahardhika mungkin sudah familiar dengan tema yang kita ungkit dan bahas tuntas kali ini yaitu tentang diare pada anak. Kita simak bersama penjelasan dari dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED yang sudah hadir di LPPL Radio Mahardhika." ujar Dewi Karya, S.Sos. Diare merupakan penyakit yang familiar dan sering terjadi pada masyarakat di Indonesia, khususnya terkenal dengan istilah murus ataupun mencret. dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED menjelaskan bahwa diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya.
"Pegangannya adalah perubahan pada konsistensi dan frekuensinya. Konsistensi kotoran normal biasanya adalah padat, bulat dan memanjang, jika terkena diare maka konsistensinya akan berubah menjadi lebih encer seperti bubur dan bahkan cair. Frekuensi yang berubah atau tidak normal secara umum jika terjadi sebanyak 3 atau lebih. Untuk kondisi khusus pada bayi dan neonatus pada kondisi normal bisa mencapai lebih dari 5-6 kali. Nah dikatakan menderita penyakit diare jika konsistensinya berubah dan terjadi lebih dari 5-6 kali. Jika frekuensinya normal sebanyak 5-6 kali, maka ingat dengan perubahan konsistensinya." jelaskan dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED. Untuk penyebab dari diare sendiri dijelaskan oleh dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED bahwa diare sebenarnya merupakan respon alami tubuh untuk mengeluarkan benda-benda berbahaya yang masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri dan parasit. "Penyebab utama tertinggi infeksi diare disebabkan oleh Rotavirus dengan persentase kejadian 60-70% sedangkan bakteri dan parasit hanya menyebabkan sebesar 10-20% saja.
Terkait tanda dan gejala penyakit diare sendiri meliputi:
- Perut kembung
- Mual
- Muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Demam
- Nyeri perut dan kram
"Setelah mengetahui penyebab dan tanda gejala dari penyakit diare, kita juga harus mengetahui penanganan dari penyakit diare seperti cegah komplikasi dehidrasi dengan mengganti cairan tubuh yang keluar menggunakan larutan oralit atau larutan gula garam, mengatasi penyebab utama diare dengan cara pemberian Zinc untuk mengatasi saluran cerna selama 10 hari berturut-turut serta melanjutkan nutrisi tubuh dengan maksimal." jelaskan dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED. Untuk pencegahan dari penyakit diare, dr. Rhefki, Sp.A.M.BIOMED menjelaskan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
- Menjaga kebersihan dan sanitasi di rumah
- Menjaga segala hal yanag akan dikonsumsi
- Sering mencuci tangan sebelum berkontak dengan segala hal yang akan dipegang anak serta
- Cek alergi pada bayi, jika mengalami alergi pada protein sapi maka asupan pada bayi harus dikontrol
- Atur cara menyimpan, dimana menyimpan dan berapa lama ASI perah disimpan sebelum diberikan pada anak
- Untuk penyebab diare karena virus dapat diantisipasi dengan imunisasi yang berupa obat tetes dan masih banyak lagi
Tak perlu khawatir, saat ini RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) telah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dalam menangani kejadian penyakit diare. "Instalasi Gawat Darurat, poli Anak hingga Instalasi Rawat Inap RSUD dr. H. Koesnadi yaitu Paviliun Seruni dan Paviliun Melati sudah sangat siap untuk memberikan pelayanan terbaiknya. Tentunya ditangani lanagsung oleh dokter spesialis anak berpengalaman." ujar Dewi Karya, S.Sos. Antusiasme para pendengar dari kanal youtube maupun siaran radio sangatlah tinggi, hal ini dibuktikan dari banyaknya pertanyaan yang masuk baik via SMS, telepon interaktif maupun via Youtube dari akun terkait seperti eyang Totok, ibu Sid, akun krupuk melempem, atik, sridoang, syasi henaini, emberlaah, anita pitu, mahlisu, gammageming dan masih banyak lagi. Kemanfaatan yang besar dirasakan oleh seluruh pendengar siaran radio edukatif. "Terimakasih ilmu seputar penyakit diare pada anaknya dokter, sangat bermanfaat sekali. Mantaplah" ujar akun Sri di kanal live streaming youtube. (PKRS/SWILING)

- Edukasi Kesehatan Bahaya merokok,di Lingkungan RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
- Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Paru, RSDK Open Rekrutmen Penerimaan Dokter Spesialis Paru
- Elegansi Dalam Kesederhanaan, Paviliun Rengganis Siap Tunjukkan Pesona Di Setiap Layanannya
- Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung Masih Tinggi, RSDK Sarankan Lakukan CT Calsium Score
- Peringati Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronik Sedunia, RSDK Adakan Siarin Radio Interaktif
- RSDK Adakan IHT Neonatal Emergency Management & Transport System
- Open Recruitment Tenags Perawat untuk (Relawan Covid -19)
- Edukasi Kesehatan Tentang " Pentingnya Pengetahuan kesehatan tulang dan sendi "
- Rekreasi Sambil Berobat, Taman Baca dan Taman Bermain Paviliun Melati Tempatnya
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSDK Adakan Siaran Radio Gizi Optimal Untuk Generasi Milenial
- Perwakilan Tenaga Kesehatan Keperawatan Teladan Nomer 1 Jawa Timur Siap Melaju Ke Tingkat Nasional
- Instalasi Informasi Teknologi RSDK Siap Bekerja Secara Cepat, Akurat & Terintegrasi
- In-House Training Phlebotomy di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
- Memperingati Hari Ginjal Sedunia Rsdk Adakan Penyuluhan Dan Pemeriksaan Gratis Di Car Free Day
- Tim Fultsal RSDK Raih Juara 1 dalam Trofeo Solidarity
- Sharing Permasalahan Rujukan & FKTP Di Puskesmas Jambesari & Grujugan Dipenuhi Canda Tawa
- Memeriahkan HUT RI KE-79,RSDK Mengikuti Lomba Volly Antar OPD
- Hadapi Akreditasi, RSDK Adakan Lomba Yel-Yel
- Jadwal Praktek Dokter Spesialis Bulan Agustus Minggu Keempat, Simak dan Cari Tau Jadwal Dokter Favor
- Satu dari Tiga Orang Indonesia Mengidap Hipertensi, RSDK Adakan Edukasi Kesehatan Hipertensi
- Dikunjungi oleh : 992981 user
- IP address : 216.73.216.98
- OS : Unknown Platform
- Browser : Mozilla 5.0