
dr. Yus Priatna A, Sp. P
NIP. 19771002 200604 1 066
- (0332) 421710
- (0332) 421974
- (0332) 422038

RSDK hari ini. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran kelenjar prostat merupakan kondisi ketika kelenjar prostat mengalami perbesaran yang mengakibatkan aliran urine menjadi tidak lancar dan buang air kecil terasa tidak tuntas. Pembesaran kelenjar prostat merupakan penyakit yang sangat sering dan hanya terjadi pada pria. Menurut data Global Cancer Observatory pada tahun 2018, tercatat sekitar 1.276.106 kasus baru prostat dilaporkan di seluruh dunia.
Hampir semua pria mengalami pembesaran prostat. Prevalensi Pembesaran Kelenjar Prostat di Indonesia yaitu 20% didominasi oleh laki-laki yang berusia 41-50 tahun, 50% didominasi pada laki-laki yang berusia 51-60 tahun, hingga lebih dari 90% terjadi pada laki-laki yang berusia lebih 80 tahun. Maka dari itu sangat penting untuk mengenal penyakit pembesaran kelenjar prostat mulai dari gejala, penyebab hingga tindakan apa yang harus dilakukan.
Pada kesempatan kali ini, Poli Urologi dari RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Pembesaran Kelenjar Prostat. Edukasi berlangsung pada hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023 pukul 08.00 – 08.40 WIB di ruang tunggu Poli Rawat Jalan. Pemateri yang bertugas adalah Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns selaku perawat Poli Urologi RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Dengan adanya edukasi Pembesaran Kelenjar Prostat ini diharapkan masyarakat lebih mengenal tentang penyakit ini dan memahami bagaimana penangannya.
“Kelenjar prostat berfungsi untuk memproduksi air mani. Pembesaran kelenjar prostat merupakan penyakit yang terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang berlebihan di kelenjar prostat yang disebabkan uretra menyempit, akibatnya muncul masalah pada saat buang air kecil. Penderita pembesaran kelenjar prostat menunjukkan gejala yang berbeda-beda dan tidak semua pembesaran prostat menimbulkan masalah. Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan pembesaran kelenjar prostat. Namun terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit pembesaran prostat jinak yaitu seseorang yang berusia di atas 60 tahun, kurangnya aktivitas fisik atau jarang berolahraga, memiliki berat badan berlebih, menderita penyakit jantung atau diabetes, sering mengkonsumsi obat hipertensi dengan jenis penghambat beta, serta memiliki keluarga yang mengalami gangguan prostat,” jelas Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns.
Selain itu Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns juga memaparkan pengobatan dari penyakit pembesaran kelenjar prostat. Beliau mengungkapkan apabila gejala yang dirasakan tergolong ringan maka pasien bisa melakukan penanganan secara mandiri untuk meredakan gejalanya yaitu dengan cara:
- Menghindari minum apapun satu hingga dua jam sebelum tidur
- Membatasi asupan minuman yang mengandung kafein dan alkohol
- Membatasi konsumsi obat pilek yang mengandung dekongestan dan antihistamin
- Tidak menahan atau menunda buang air kecil
- Membuat jadwal untuk buang air kecil misalnya setiap 4 atau 6 jam
- Menjaga berat badan ideal dengan melakukan pola makan yang sehat
- Berolahraga secara teratur dan rutin melakukan senam kagel
- Mengelola stres dengan baik
“Obat-obatan yang dapat dikonsumsi oleh penderita penyakit pembesaran kelenjar prostat yaitu penghambat alfa seperti tamsulosin atau sidolusin untuk memudahkan buang air kecil. Selain itu penderita penyakit pembesaran kelenjar prostat juga dapat mengonsumsi penghemat 5-alfa reductase seperti finasteride atau dutasteride untuk menyusutkan ukuran prostat,” tutur Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns.
Masyarakat tampak bersemangat dan sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns. Hal ini terlihat jelas dari aktifnya masyarakat untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada petugas pemateri. Seperti ibu Yayuk dari Kejayan Pujer. “Bagaimana caranya agar kita dapat mendapatkan pelayanan kesehatan atau bertanya lebih jauh seputar penyakit pembesaran kelenjar prostat?”, tanya ibu Yayuk. Dijawab langsung oleh Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns. “RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso memiliki fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menderita penyakit pembesaran kelenjar prostat. Masyarakat bisa mendatangi poli urologi yang buka setiap hari senin sampai dengan jumat dengan didampingi oleh dokter yang ahli dalam bidangnya yaitu dr. Agung Adhitya Indra, Sp. U. RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso juga memiliki fasilitas penunjang yaitu laboratorium. Biasanya pasien dengan penyakit pembesaran kelenjar prostat membutuhkan tindakan operasi dan rawat inap. Fasilitas lain yang dimiliki oleh RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso yakni instalasi bedah sentral yang merupakan instalasi tempat dilaksanakannya operasi bagi pasien yang memerlukan penanganan tindakan lebih lanjut terkait pasien pembesaran kelenjar prostat,” ucap Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns.
Pertanyaan selanjutnya diberikan oleh ibu Eko Purwantini dari Tlogosari. Ibu Eko Purwantini bertanya “Operasi apa yang dijalani oleh penderita penyakit pembesaran kelenjar prostat?” Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns menjawab “Operasi yang dilakukan oleh penderita penyakit pembesaran kelenjar prostat adalah Transurethral resection of the prostate (TURP) merupakan metode operasi yang paling sering dilakukan untuk mengangkat kelebihan jaringan prostat. Dalam prosedur ini, jaringan prostat yang menyumbat diangkat sedikit demi sedikit menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui lubang kencing. Operasi lainnya adalah Transurethral insection of the prostate (TUIP). Operasi TUIP tidak mengangkat jaringan prostat tetapi membuat irisan kecil pada prostat agar aliran urine menjadi lancar. Prosedur ini dilakukan pada pembesaran prostat yang ukurannya kecil hingga sedang,” jawab Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns.
Pertanyaan terakhir diberikan oleh ibu Ita Purwani dari Sukosari. Beliau bertanya, “Apakah adanya prostat mengganggu hubungan suami istri?” Pertanyaan langsung dijawab oleh Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns “Mengganggu karena terjadi pembesaran pada saluran kemih suami. Maka dari itu jika mengalami gejala dan terlebih lagi jika telah menuju usia 60 tahun keatas sebaiknya rajin untuk melakukan cek kesehatan secara rutin,” ucap Satriyo Agus Prasodjo, S.Kep.,Ns.
Edukasi kesehatan kali ini berjalan dengan lancar. Panitia juga membagikan leaflet dan souvenir cantik. Kami ucapkan selamat kepada beberapa orang yang beruntung yaitu ibu Yayuk, ibu Eko Purwantini dan ibu Ita Purwani. RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) akan terus membantu masyarakat dengan cara meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatannya. Berikan semangat juang dan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat. Salam Sehat. (PKRS/FREA)

- Ingatkan Kembali Visi, Misi, Dan Motto Utama, Direktur RSDK Himbau Untuk Berikan Yang Terbaik
- Kasus TBC Anak di Jawa Timur 24.1%, RSDK Ajak Masyarakat Bondowoso Kenali Penyakit TBC Anak
- Kenali Instalasi Gizi RSDK, Unit Pemenuhan Gizi Bagi Seluruh Pasien Dengan Pelayanan Prima
- Tim Volley Putri RSDK Menang Walkout, Kami Siap Berikan Yang Terbaik
- Pelayanan Instalasi Gawat Darurat pindah ke Gedung IGD Baru
- Tolak Gratifikasi, RSDK Mantap Canangkan Zona Integritas Di Seluruh Unitnya
- Rayakan Hari Perawat Sedunia, Perawat RSDK Siap Membantu Masyarakat
- Audit Klinis TBC RO Bersama PDPI Jatim, Dinkes Provinsi & Dinkes Bondowoso Berjalan Lancar
- Prioritaskan Profesionalisme Kerja, RSDK Utamakan Safety Dalam Excellent Servicenya
- WASPADA HIPOGLIKEMI,PAVILIUN ANGGREK HIMBAU CEK KESEHATAN SECARA BERKALA
- Cegah Skizofrenia Dengan Pengobatan Psikoterapi Rehabilitasi Psikososial Dan Dukungan Sosial
- Sambut HKN, Yuk Ketahui Peran RSDK Dalam Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju
- RSDK Sekilas Info Tarif Layanan Pemeriksaan Kesehatan atau MCU (Medical Check Up)
- Cinta Budaya Nusantara, RSDK Berdinas Dengan Mengenakan Baju Adat Nasional
- RSDK Sekilas Info, Poli Rawat Jalan Tutup Sementara 16 September & Kembali Buka 17 September 2024
- Pengumuman Hasil Tes Kompetensi Rekrutment Tenaga Non PNS BLUD
- Webinar Pelayanan Unggulan RSDK Berjalan Lancar
- Ikuti Pawai Budaya RSDK-Dinkes Usung Tema Nusantara Baru, Indonesia Maju Bersama Para Tenakes
- RSDK Terus Dukung Upaya Percepatan Pencapaian Vaksinasi Dosis Keempat COVID-19
- Motivation Training & Capacity Building Yogyakarta, Pelajari & Terapkan Konsep Golong Gilig HBIII
- Dikunjungi oleh : 992682 user
- IP address : 216.73.216.98
- OS : Unknown Platform
- Browser : Mozilla 5.0