
dr. Yus Priatna A, Sp. P
NIP. 19771002 200604 1 066
- (0332) 421710
- (0332) 421974
- (0332) 422038

RSDK hari ini. Hari Tuberkulosis Sedunia atau World Tuberculosis Day yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 24 Maret bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan dalam upaya mengatasi penyakit tuberculosis yang masih menjadi ancaman kesehatan global terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia ini bertepatan dengan hari ditemukannya bakleri penyebab penyakit tuberkulosis (TBC) yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis oleh Dr. Robert Koch pada tahun 1882. Tema Hari Tuberkulosis Sedunia atau World Tuberculosis Day tahun 2024 adalah “Yes! We Can End TB” atau "Ya, Kita Bisa Mengakhiri TB". Tema ini dipilih untuk lebih menegaskan pentingnya kesadaran, pendidikan, dan tindakan bersama dalam memerangi penyakit menular yang telah ada sejak lama ini.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), TBC masih menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia, dengan perkiraan sekitar 10 juta orang mengidap TBC dan 1,5 juta di antaranya meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. Beban kesehatan tuberkulosis sangat tinggi terutama di Afrika dan Asia Tenggara, dimana sumber daya untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan masih terbatas. Indonesia berada dalam peringkat ketiga tertinggi dalam penyumbang penderita Tuberkulosis (TB) setelah India dan Tiongkok. Tuberkulosis sendiri masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia, diperlukan usaha pencegahan serta penanganan yang tepat sehingga penyakit TB tidak memburuk insidensinya. Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan insidensi kasus tuberkulosis menjadi 65 per 100.000 penduduk pada tahun 2030 (p2p.kemkes.go.id). Target utama diarahkan agar upaya percepatan eliminasi TB terjadi pada tahun 2030 serta upaya mengakhiri epidemi TB terjadi pada tahun 2050. Penanggulangan TBC di Indonesia dilaksanakan sesuai dengan Rencana Strategi Nasional TBC 2020 – 2024 yang terdiri atas tiga upaya utama. Pertama adalah mengupayakan penerbitan Peraturan Presiden tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) untuk memperkuat dukungan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Hal ini telah Indonesia lakukan yaitu dengan Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Kedua adalah mengupayakan perjanjian kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan berbagai kementerian atau lembaga untuk memperkuat peran dan dukungan lintas sektor. Serta yang ketiga adalah integrasi penanganan TBC dengan stunting di 160 kabupaten/ kota, dan keempat, digitalisasi pemantauan minum obat pasien TBC dan penerapan mekanisme agar pasien TBC dapat berobat sampai sembuh dalam situasi Pandemi COVID-19 (upk.kemkes.go.id). Dengan adanya tiga upaya utama ini, diharapkan manajemen program penanggulangan, kualitas pelayanan, akses layanan maupun kepedulian masyarakat akan penanggulangan TB secara koherensif berjalan lancar dan eliminasi TB tahun 2023 tercipta.
Upaya lintas sektoral penanganan TB masih berlangsung hingga detik ini. Sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan di wilayah kabupaten Bondowoso dan sekitarnya, RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) terus berperan aktif dalam menurunkan angka penderita Tuberkulosis (TBC). Beberapa hal yang dilakukan antara lain
- Menyediakan tenaga professional di dalam penanganan Tuberkulosis (TBC) dengan memiliki Dokter Spesialis Paru berpengalaman yaitu dr. Yus Priyatna Andryanto, Sp.P.FISR
- Mengadakan perjanjian kerjasama bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Jawa Timur bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) terus berupaya untuk menyukseskan target eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) pada hari Kamis tanggal 2 Agustus 2023 pukul 09.00 - 12.00 WIB
- Mengadakan mentoring klinis TB RO oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2023 sekaligus mengumumkan jika layanan Poli TBC SO RO di RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) dinyatakan siap dan layak memulai pelayanannya.
- Aktif memulai pelayanan pasien TBC Resisten Obat (TB RO) sejak tanggal 6 Oktober 2023 hingga saat ini
- Mengadakan sharing dan edukasi kesehatan secara berkala terkait Tuberkulosis (TBC) di lingkungan RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK)
Sharing dan edukasi kesehatan yang dikemas secara khusus dalam media penyuluhan kelompok menjadi salah satu kegiatan primadona masyarakat, karena pada saat inilah masyarakat dapat menambah wawasan kesehatan tentang Tuberkulosis (TBC) bersama tenaga professional. Tak ayal banyak sekali unek-unek dan pertanyaan yang masuk sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian nyata dari masyarakat. Penyuluhan kelompok pada bulan Maret 2024 kali ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2024 pukul 08.30-09.30 WIB di ruang tunggu poli paru bersama Fathorrahman, Skep. Ns selaku perawat professional. Tema sharing dan edukasi kesehatan kali ini adalah “Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh atau TOSS TB”.
“Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang beberapa organ terutama paru – paru. Tuberkulosis paru adalah penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang bersifat sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh, dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Penyebab utama TB paru adalah kuman/bakteri bernama Mycobacterium Tuberkulosa dimana ukurannya sangat kecil. Setelah terinfeksi kuman tersebut kira- kira 50% kuman akan berkembang menjadi Tuberkulosis (TBC) aktif dalam satu tahun, sisanya kuman ini akan menyebabkan infeksi laten. Jadi Tuberkulosis (TBC) bukan penyakit turunan dan bukan disebabkan oleh kutukan ataupun guna-guna”. jelaskan Fathorrahman, Skep. Ns. Penularan Tuberkulosis (TBC) terjadi saat kuman Tuberkulosis (TBC) keluar ke udara melalui droplet atau percikan dahak pada saat penderita Tuberkulosis (TBC) batuk, bersin atau berbicara tanpa menutup mulut atau menggunakan masker. Saat kuman Tuberkulosis (TBC) yang keluar dan terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Di dalam tubuh kuman Tuberkulosis (TBC) dilawan oleh daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh lemah maka orang tersebut menjadi sakit Tuberkulosis (TBC). Dan jika daya tahan tubuh kuat maka orang tersebut akan tetap sehat (27/03/2024).
Fathorrahman, Skep. Ns kembali melanjutkan dengan pembahasan gejala-gejala dari penyakit Tuberkulosis (TBC) yaitu
- Gejala utama yaitu batuk terus-menerus (baik berdahak maupun tidak berdahak)
- Gejala lainnya yaitu demam meriang (demam tidak terlalu tinggi), batuk berdahak (dapat bercampur darah), nyeri dada, berkeringat tanpa sebab (terutama pada sore hingga malam hari), nafsu makan menurun, serta berat badan menurun
Sebagai tindakan pencegahan dari penyakit Tuberkulosis (TBC) yaitu dengan melaksanakan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) yang meliputi pemeriksaan dahak serta rontgen dada. “Pemeriksaan dahak dilakukan dengan cara diambil sebanyak dua kali dalam waktu 1 hari atau 2 hari yaitu, sewaktu datang ke fasilitas kesehatan (hari ke-1) diambil 2 dahak dengan interval minimal 1 jam atau sewaktu datang ke fasilitas kesehatan (hari ke-1) pagi hari setelah bangun tidur (hari ke-2). Yang kedua yaitu dengan melaksanakan rontgen dada. Pemeriksaan tambahan ini berupa rontgen foto dada yang dilakukan jika pemeriksaan dahak hasilnya negative sedangkan gejala Tuberkulosis (TBC) lainnya masih ada.” jelaskan Fathorrahman, Skep. Ns. Selain memberikan informasi mengenai pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), Fathorrahman, Skep. Ns melanjutkan kembali pembahasan mengenai pengobatan Tuberkulosis (TBC). “Pengobatan Tuberkulosis (TBC) berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap yaitu tahap awal obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan. Sedangkan tahap akhir obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan.” tambahnya.
“Saat ini angka penderita Tuberkulosis (TBC) di Indonesia berada pada peringkat ke-2 setelah India. Padahal sebelumnya berada di peringkat ke-3. Oleh karenanya diperlukan usaha lebih giat kembali secara serentak baik itu dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat sekitar. Paling mudah adalah dengan melaksanakan gaya hidup sehat. Pertama dengan memakan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kedua membuka jendela agar rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar, ketiga mendapatkan suntikan vaksin BCG bagi anak usia dibawah 5 tahun untuk menghindari Tuberkulosis (TBC) berat baik itu meningitis dan milier, keempat melaksanakan olahraga secara teratur serta kelima tidak merokok. Perlu diingat bahwa semua orang berisiko tertular Tuberkulosis (TBC). Jadi segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdapat anggota keluarga anda yang mengalami gejala penyakit Tuberkulosis (TBC).” ungkap Fathorrahman, Skep. Ns. Kegiatan sharing dan edukasi kesehatan kali ini berjalan dengan lancar serta ditutup dengan pembagian souvenir kepada tiga orang yang beruntung. Selamat kepada bapak Sutarjo, ibu Sumiani dan bapak Sumo. Salam Sehat. (PKRS/SWILING)

- Pengumumuan Peserta Yang lolos Skill Test
- Penuh Sukacita Dan Setia Melayani Sepenuh Hati, Paviliun Seruni Siap Tunjukkan Pesonanya
- RSDK Adakan Edukasi Kesehatan Berjudul "Kenali Mitos dan Fakta HIV dan AIDS"
- Penyedia Layanan Edukasi & Promosi Kesehatan, PKRS RSDK Siap Berikan Yang Terbaik
- Gagal Jantung Penyebab Utama Kematian Di Dunia, Canangkan Hidup Sehat Sayangi JantungMu
- Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD kabupaten Bondowoso ke RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
- Siaran Radio Interaktif ?Make Mental Health For All A Global Priority?
- Sampaikan Keluhan Dengan Jujur
- Lonjakan Kasus DBD, RSDK Adakan Sosialisasi Kesehatan Tentang DBD
- Tumbuhkan Kekompakan Dan Kerja Sama Tinggi, Instansi Kesehatan Se-Bondowoso Ikuti Lomba Tarik Tamban
- Sempat Terkendala Mati Lampu, Festival Muharram Tetap Berjalan Optimal
- Safari K3RS RSDK Diwarna Keunikan Dari Keindahan Safari Baju Adat Traditional Nusantara
- Tingginya Anemia pada ibu hamil, RSDK adakan edukasi kesehatan tantang Anemia
- Jadwal Praktek Dokter Spesialis Bulan Agustus 2023 Minggu Pertama, Simak & Ketahui Jadwal Dokter-Mu
- Telusur Dokumen Kepegawaian, Telusur Rekam Medik Beserta Exit Conference, Agenda Terakhir Sursim Int
- Semangat 45 Bulan Agustus, Pelayanan RSDK Harus Lebih Baik Dari Sebelumnya
- Jadwal Praktek Dokter Spesialis Bulan April 2024, Simak dan Ketahui Jadwal Dokter Favoritmu
- Tumbuhkan Jiwa Kemanusiaan dan Kepedulian, RSDK dan PMI Bondowoso Adakan Donor Darah Rutin
- Seluruh Keluarga Besar RSDK Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2023
- Instalasi Informasi Teknologi RSDK Siap Bekerja Secara Cepat, Akurat & Terintegrasi
- Dikunjungi oleh : 992980 user
- IP address : 216.73.216.98
- OS : Unknown Platform
- Browser : Mozilla 5.0